Assalamualaikum brosis, kali ini saya akan mencoba untuk mengulas motor yang lagi "hype" banget diantara blogger blogger tanah air, yup apalagi kalo bukan sodara lain ibu dari BMW G310R, yaitu TVS apache 310 RR, nah motor ini nyatanya sudah di perlihatkan di PRJ 2018 nih gansis, untuk harga sendiri tvs apache ini diperkenalkan dengan harga 49 juta gansis, jujur saya sempet garuk garuk kepala sendiri liat harganya, karna di indonesia ini cc lebih dari 301 kena PPN BM atau Pajak Barang mewah gansis,
Nah itu dari segi harga, untuk mesin sendiri plek sama dengan BMW G310R gansis, lha wong sudah satu atap kok..makanya saya bilang satu bapak lain ibu hahaha, untuk jeroan sendiri pastilah sama dengan G310R juga, yang membedaka cuma tutup mesin nya saja, kakaknya ber emblem "Bayerisch Motor Werks" atau BMW, nah si apache ini labelnya ya TVS,
Untuk Performa mesin sendiri, dapur pacu TVS Apache ini identik dengan kakaknya, yaitu single cylinder dengan kapasitas 313 cc, dengan bore x stroke 80 mm x 62.1 mm dan redline sampai 10,500 RPM, nah mesin overbore ini dapat memuntahkan max power on crank sebesar 34 HP, dan torsi 27.3 Nm, saya rasa sangat cukup untuk harian dan gas tipis tipis, he he, nah bedanya dengan si kakak BMW G310R adalah peak power yang dicapai, untuk BMW sendiri peak power ada di 9500 RPM dan max torque ada di 7500 RPM, sedangkan si apache ini sedikit lebih tinggi di 9700 RPM untuk max power dan 7700 RPM untuk max torque,
Dari sektor kaki kaki sendiri depan sudah menganut upside down, dan belakang sudah menganut model monoshock dan swing arm nya pun sudah alumunium, sehingga lebih ringan namun kuat,
dan dari sektor frame sendiri dia menganut model trellis gan, yang lebih ringan namun kuat, nah si frame ini kalo diliat dari gambar sendiri, model framenya seperti 2 frame dijadikan satu, jadi modelnya ada frame dan "sub frame" nah kok bisa? ya bisa lah, untuk teknologi ini sudah dipakai di motor sport dengan CC besar seperti Ninja H2, ZX10R, Yamaha R1, dan lain lain, jadi jangan disamain sama motor sport entry level ya gansis, he he
![]() |
| Lampu Belakang |
![]() |
| Lampu Depan |
Untuk segi pencahayaan, baik lampu depan maupun lampu belakang sudah menganut Full LED gansis, dan juga lampu sein juga sudah LED, pertanda konsumsi kelistrikan nya pasti lebih irit,
Untuk speedometer sendiri sudah cukup lengkap gansis, semua ada, dari mulai odo, trip, sampe average per km, dan suhu mesin juga ada, yang unik adalah takometer si motor ini bukan dari kiri ke kanan seperti motor pada umumnya, tapi dari bawah ke atas, di satu sisi menurut saya ini pengiritan space, dan menurut saya, hal ini ada baik dan tidak baiknya, baiknya ? wuih nih speedo sangat unik brosis, mana ada motor jepang dan eropa kayak gini, takometer kok kayak panjat pinang, naik ke atas haha, buruknya adalah, sama seperti saat saya mencoba KTM RC dan Duke Series, kecil kecil banget angka dan hurufnya, satu satunya yang bisa saya baca cuma speedometer dan indikator gear, yaudah itu aja haha, kalau yang matanya kurang awas, yaudah pe er deh,
kalau saya rasa, dengan harga segitu dapat fitur fitur seperti di atas adalah hal yang sangat worth to buy, design tajem tajem ala orang indonesia suka, dan lain sebagainya, hanya saja masih menyisakan pertanyaan pada diri saya, apakah aftersalesnya oke? yang saya tahu saat melihat facelift TVS apache RTR, wuih ni motor bagus banget, kenapa ya jarang di jalan? nah mungkin menurut saya adalah dari jaringan bengkel yang kurang banyak khususnya di jakarta ini, dan jujur saja, kalau motor premium seperti ini, masa ya mau service di bengkel pinggir jalan sangking ga ada nya bengkel di jakarta? atau gara gara rumahnya jauh dari jakarta harus extra mile ke jakarta, dari situ saya berfikir bahwa, at least TVS harus memikirkan juga tentang jaringan bengkelnya, kalo apache ini bisa dihandle di bengkel motor BMW sih, yaaa... okelah haha, ini menurut saya sih, menurut brosis?






Komentar
Posting Komentar