Beberapa Alasan Danilo Petrucci Pantas Untuk Berada di Tim Factory Ducati


   Selamat sore gansis dimanapun berada, semoga puasanya tetep semangat, nah kali ini kita bakal bahas tentang danilo petrucci yang di gembar gemborkan akan masuk ke tim factory tim ducati yang berbasis di bologna, menurut saya pribadi hal ini sah sah saja, toh dia pun rider yang nggak sembarangan, menurut saya, petrucci mempunyai hal ini yang pantas untuk dipertimbangkan oleh tim factory ducati untuk mengontrak pebalap dengan nomor motor 9 ini,

1. Petrucci adalah orang italia

   menurut saya pribadi, danilo adalah sosok paling pas untuk naik ke tim factory ducati, gimana nggak? dia adalah orang italia! yang saya rasa lebih pantas untuk duduk di jok motor italia adalah orang italia, walaupun yang membawa ducati sukses belakangan ini adalah Casey Stoner yang berkebangsaan Australia, tapi apakah hal ini mutlak? tidak juga, lihat saja valentino rossi yang notabene orang italia tulen tapi sangat tertatih tatih di ducati, yah...memang semua itu ditentukan oleh si rider sendiri, namun saya rasa, italian bike fits with italian rider hehe


2. Petrucci konsisten

   Tak bisa dipungkiri, selain johann zarco, danilo petrucci adalah sosok rider tim satelit yang konsisten, podium 3 di Qatar, dan podium 2 di LeMans, bahkan dia adalah rider yang finis terdekat dengan marquez di LeMans, disaat rider lain tertinggal jauh, dan bukan tak mungkin petrucci akan memenangi GP pertamanya di 2018


3. Sudah Lama berhubungan dengan Ducati

   Sejak 2015 petrucci telah bergabung dengan team Octo Pramac Ducati, serta mencicipi motor factory meskipun berbeda spek dengan team factory, sebenarnya Jack Miller juga dalam radar team factory ducati, akan tetapi jack hanya baru tahun 2018 ini join di team satelit ducati, menurut saya petrucci adalah rider bisa beradaptasi dengan baik dengan Desmosedici, 

4. Kontrak Lebih Murah

   Tak bisa dipungkiri, masalah gaji adalah hal yang pelik, bahkan sampai rider pun sangat sensitif dengan hal ini, untuk tahun ini masalah terbesar ducati adalah mereka membayar lorenzo sangat mahal untuk hasil yang kurang maksimal, bahkan Petrucci sendiri sempat berseloroh bahwa dirinya lebih "murah" dari lorenzo,

  Menurut saya beberapa poin di atas adalah "bargaining point" dari petrucci terhadap tim factory ducati, menurut teman teman?

Komentar